Catatan Prasetyo Abu Kaab

Tampilkan postingan dengan label Tafsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir. Tampilkan semua postingan

13 Maret 2021

Urutan Kitab-kitab Syaikh as-Sa'diy dalam Tafsir

Maret 13, 2021 Posted by Abu Kaab , , , No comments


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Urutan pembacaaan kitab-kitab Syaikh Ibnu Si'diy dalam pembahasan tafsir :

1. al-Mawaahibur Rabbaaniyyah

2. Fathur Rahiimil Malikil 'Allaam

3. Taisiirul Lathiifil Mannaan

4. Taisiirul Kariimir Rahmaan (Tafsir as-Sa'diy)

5. al-Qowaa'idul Hisaan


Selengkapnya : https://youtu.be/H220LAUstkM


27 Desember 2020

Lima Perkara untuk Menjadi Ahli Quran

Desember 27, 2020 Posted by Abu Kaab , , , No comments
 

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Berikut ini lima perkara, jika seseorang berpegang teguh dengannya, niscaya mereka menjadi ahli Quran, yang merupakan orang terpilih di sisi Allah :

1. Banyak membaca al-Quran

- Diantara keutamaan membaca al-Quran : mendapatkan 10 kebaikan dari setiap huruf yang dibaca
- Waktu ideal mengkhatamkan al-Quran antara 3 - 40 hari
- Sangat dibenci bagi seseorang yang bisa membaca al-Quran, namun tidak mengkhatamkannya lebih dari 40 hari

2. Menghafal al-Quran

3. Membaca al-Quran dengan benar

- Perintah Abu Bakar memerintahkan untuk mengi'rab (membaca dengan benar) al-Quran
- Ibnu Umar menghukum anak-anaknya jika mereka tidak membaca al-Quran dengan benar, dan dia tidak menghukum anak-anaknya jika tidak menghafal al-Quran (pent- membaca al-Quran dengan benar, lebih penting dari menghafalnya)

4. Mengilmui tafsir al-Quran

- Abu Abdurrahman as-Sulamiy menceritakan tentang cara belajar al-Quran para salaf
- Ucapan Abu Darda' tentang batasan minimal seorang fakih

5. Mengamalkan al-Quran 

- ahlul Quran tampak dalam kesehariannya, berupa tingkah laku, ucapan, akhlak, dan lain sebagainya
- al-Quran bisa menjadi hujah yang menolong seseorang, bisa juga menjadi hujah yang menjatuhkan seseorang

(Syaikh Abdussalaam as-Suwai'ir hafidzahullaah)

3 Oktober 2016

Ringkasan Tafsir as Sa'diy - Surat at-Tiin

Oktober 03, 2016 Posted by Abu Kaab , , , No comments
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Kandungan secara umum

- surat ini menunjukkan keutamaan tempat kelahiran, dan pengutusan nabi Muhammad, yaitu mekah

Ayat 1 - 4

- keutamaan pohon tiin dan zaitun
- keutamaan Syam, yang merupakan tempat kenabian Isa
- keutamaan bukit sinai, yang merupakan tempat kenabian Musa
- keutamaan mekah, yang merupakan tempat kenabian Muhammad
- sasaran sumpah ialah ayat 4, yang maknanya yaitu "kami telah menciptakan manusia dengan penciptaan yang sempurna"

Ayat 5 dan 6

- makna "asfalas saafiliin", yaitu neraka yang paling bawah
- pengecualian orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dari pengembalian manusia ke neraka
- hubungan dengan ayat sebelumnya, yaitu bahwasanya kebanyakan manusia lalai dari mensyukuri nikmat
- besarnya kenkmatan surga
- surga ialah makhluk yang kekal

Ayat 7 dan 8

- pencipataan manusia dengan sempurna, merupakan dalil adanya hari pembalasan; yaitu pasti Allah menyediakan negeri yang kekal untuk mereka.
- hukum Allah merupakan hukum yang paling baik

2 Oktober 2016

Ringkasan Tafsir as Sa'diy - Surat asy-Syarh

Oktober 02, 2016 Posted by Abu Kaab , , , No comments
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Kandungan secara umum

- surat ini menunjukkan keutamaan nabi Muhammad

Ayat 1 - 4

- makna ayat 1, yaitu kami melapangkanmu terhadap syariat agama Islam, da’wah kepada Allah, bersifat dengan akhlak yang mulia, kecenderungan terhadap akhirat, dan mempermudahmu kepada kebaikan-kebaikan.
- makna ayat 2, yaitu kami telah mengampuni dosamu
- makna ayat 4, yaitu kami meninggikan kedudukanmu
- contoh peninggian kedudukan Rasulullah :
1. dalam penyebutan, misal syahadatain, adzan, dll
2. dalam kedudukan beliau di hati umatnya

Ayat 5 dan 6

- setiap ada kesulitan dan kesusahan maka kemudahan selalu bersamanya dan mengiringinya.
- satu kesulitan, tidak akan mengalahkan dua kemudahan

Ayat 7 dan 8

- perintah kepada Rasulullah, merupakan perintah kepada umatnya
- makna ayat 7, yaitu apabila engkau telah selesai dari kesibukanmu dan tidak tersisa dalam hatimu suatu rintangan, maka bersungguh-sungguhlah dalam ibadah dan doa.
- makna ayat 8, yaitu hanya kepada Allah saja, kuatkanlah harapanmu agar doa dan ibadahmu diterima.

4 September 2016

Ringkasan Tafsir as Sa'diy - Surat adh Dhuha

September 04, 2016 Posted by Abu Kaab , , , No comments
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Kandungan secara umum

- surat ini menunjukkan keutamaan nabi Muhammad

Ayat 1 - 3

- makna ayat 1 dan 2, yaitu Allah bersumpah dengan dhuha, dan malam apabila telah sunyi
- kaedah "Penafian semata tidak menunjukkan pujian melainkan jika terkandung penetapan kesempurnaan."
- makna ayat 3, yaitu "Allah tidak meninggalkanmu, bahkan senantiasa memeliharamu; dan tidak membencimu, bahkan senantiasa mencintaimu."
- ayat 3 berkaitan dengan keadaan nabi Muhammad pada masa lalu, dan sekarang

Ayat 4

- makna ayat : setiap keadaan beliau hingga beliau diwafatkan, adalah semakin baik dari masa ke masa.
- berkaitan dengan keadaan beliau yang akan datang, di dunia.

Ayat 5

- merupakan ungkapan yang sangat sempurna dan lengkap
- berkaitan dengan kehidupan beliau di akhirat

Ayat 6 - 8

- tentang karunia-karunia Allah secara khusus kepada beliau
- makna ayat 7, yaitu beliau tidak mengetahui apa itu kitab dan iman, kemudian Allah mengajari apa yang tidak beliau ketahui dan memberi petunjuk kepadanya terhadap amalan-amalan dan akhlak yang baik.

Ayat 9 - 11

- sebagai bentuk syukur atas kenikmatan2 sebelumnya
- makna "laa tanhar", yaitu janganlah keluar darimu perkataan terhadap mereka hardikan dan akhlak yang buruk. Akan tetapi, berilah sesuai kelapanganmu atau tolaklah dengan cara yang baik dan sopan.
- "penuntut ilmu" termasuk keumuman ayat 10
- ayat 11 mencakup nikmat agama maupun dunia; maka diperintahkan utk memuji Allah atas nikmat2 tersebut.

30 Agustus 2016

Ringkasan Tafsir as Sa'diy - Surat al Faatihah

Agustus 30, 2016 Posted by Abu Kaab , , , , No comments
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Tasmiyah

- makna ismullaah, yaitu mencakup seluruh nama-nama Allah
- makna lafadz jalaalah Allah, yaitu dzat yang disembah, yang diibadahi, yang berhak diesakan dalam peribadatan; karena Dia disifati dengan sifat-sifat uluhiyah yang merupakan sifat-sifat yang sempurna

Arrahmaan Arrahiim

- makna / terjemahan, yaitu yang maha pemurah, lagi maha penyayang
- kaedah : "beriman dengan nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya serta hukum-hukum sifat tersebut."

Ayat 1

- makna "alhamdulillaah", yaitu pujian atas Allah karena sifat-sifat-Nya yang sempurna dan perbuatan-perbuatan-Nya yang didasari kebaikan dan keadilan. Dan hanya milik Allah segala pujian yang sempurna dari segala sisi.
- dua macam tarbiyah

Ayat 3

- makna "maalik", yaitu yang menguasai
- makna yaumuddiin, yaitu hari kiamat, hari di mana manusia dibalas amalan-amalan baik dan buruk mereka

Ayat 4

- kaedah "pendahuluan ma'muul, memberikan faedah pembatasan". Sehingga maknanya ialah 'Kami menyembah kepadamu dan tidak menyembah kepada selainmu, kami
meminta pertolongan kepadamu dan tidak meminta pertolongan kepada selainmu.'
- definisi ibadah, yaitu nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah dari perkataan-perkataan atau perbuatan-perbuatan, baik zahir maupun batin.
- dua syarat diterimanya ibadah, yaitu ikhlas dan mutaaba'ah
- pentingnya isti'aanah dalam setiap ibadah

Ayat 5 - 7

- makna shiraathal mustaqiim, yaitu mengetahui kebenaran, dan mengamalkannya
- 'ihdinash shiraathal mustaqiim', mencakup dua hal :
1. hidaayah ilash shiraat, yaitu berpegang teguh dengan islam, dan meninggalkan agaman-agama selainnya
2. hidaayah fish shiraat, mencakup hidayah kepada seluruh rincian-rincian agama islam, baik secara ilmu maupun amal
- doa ini merupakan diantara doa yang paling lengkap, dan paling bermanfaat bagi hamba; oleh karena itu, kita diwajibkan utk membacanya setiap rekaat dalam shalat.

faedah lain dari surat al faatihah 

- mengandung 3 macam tauhid
- mengandung penetapan terhadap kenabian
- mengandung penetapan terhadap takdir, dan pembalasan terhadap amal hamba
- mengandung bantahan terhadap semua ahli bid'ah


بِسْمِ اللَّهِ
(Dengan menyebut nama Allah)
  1. {بِسْمِ اللَّهِ} أي: أبتدئ بكل اسم لله تعالى
  2. {اللَّهِ} هو المألوه المعبود، المستحق لإفراده بالعبادة، لما اتصف به من صفات الألوهية وهي صفات الكمال.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
(yang maha pengasih lagi maha penyayang)
  1. {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} اسمان لله
  2. واعلم أن من القواعد المتفق عليها بين سلف الأمة وأئمتها، الإيمان بأسماء الله وصفاته، وأحكام الصفات.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
(segala puji bagi Allah Rabb semesta alam)
  1. {الْحَمْدُ لِلَّهِ} [هو] الثناء على الله بصفات الكمال، وبأفعاله الدائرة بين الفضل والعدل، فله الحمد الكامل، بجميع الوجوه.
  2. وتربيته تعالى لخلقه نوعان: عامة وخاصة.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
(yang menguasai hari pembalasan)
  1. المالك: هو من اتصف بصفة الملك
  2. يوم الدين، وهو يوم القيامة، يوم يدان الناس فيه بأعمالهم،

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
(hanya kepadamu kami menyembah, dan hanya kepadamu kami mohon pertolongan)
  1. لأن تقديم المعمول يفيد الحصر، وهو إثبات الحكم للمذكور، ونفيه عما عداه. فكأنه يقول: نعبدك، ولا نعبد غيرك، ونستعين بك، ولا نستعين بغيرك.
  2. {العبادة} اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأعمال، والأقوال الظاهرة والباطنة.
  3. {الاستعانة} هي الاعتماد على الله تعالى في جلب المنافع، ودفع المضار، مع الثقة به في تحصيل ذلك.
  4. وإنما تكون العبادة عبادة، إذا كانت مأخوذة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم مقصودا بها وجه الله. فبهذين الأمرين تكون عبادة،
  5. فإنه إن لم يعنه الله، لم يحصل له ما يريده من فعل الأوامر، واجتناب النواهي.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
(tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah engkau berikan kenikmatan, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat)
  1. أي: دلنا وأرشدنا، ووفقنا للصراط المستقيم ... وهو معرفة الحق والعمل به،
  2. فاهدنا إلى الصراط واهدنا في الصراط.
    1. فالهداية إلى الصراط: لزوم دين الإسلام، وترك ما سواه من الأديان،
    2. والهداية في الصراط، تشمل الهداية لجميع التفاصيل الدينية علما وعملا.
  3. فهذا الدعاء من أجمع الأدعية وأنفعها للعبد ولهذا وجب على الإنسان أن يدعو الله به في كل ركعة من صلاته، لضرورته إلى ذلك.


  1. فتضمنت أنواع التوحيد الثلاثة
  2. وتضمنت إثبات النبوة
  3. وإثبات الجزاء على الأعمال
  4. وتضمنت إثبات القدر
  5. تضمنت الرد على جميع أهل البدع 

22 Juni 2014

Bagaimana Cara Mengambil Manfaat dari al-Quran?

Juni 22, 2014 Posted by Abu Kaab , , , No comments

Sesungguhnya Allah Ta'ala menurunkan al-Quran kepada manusia bukan hanya sekedar untuk dibaca, tapi juga agar mereka memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29) Sungguh hal tersebut merupakan manfaat yang sangat besar.
Dalam fawaid kali ini, kami bawakan bahasan ringkas  tentang bagaimana cara mengambil manfaat dari al-Quran. Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita dengan apa-apa yang ada di dalam al-Quran.

SANGAT SINGKAT TAPI PADAT

Syaikh Jamil Zainu rahimahullah mengatakan:
Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaaf: 37)
Kalau engkau hendak mengambil manfaat dari al-Quran, maka konsentrasikanlah hatimu tatkala membacanya, arahkan pendengaranmu seolah-olah engkau mendengarnya langsung dari Siapa yang mengucapkannya, karena al-Quran adalah pembicaraan Allah kepadamu melalui lisan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Mesti demikian, sebab kesempurnaan refleksi bergantung kepada subjek pemberi pengaruh, objek, terpenujinya syarat dan tidak adanya penghalang.
Hal ini dijelaskan oleh hanya satu ayat dalam lafadznya yang sangat singkat tapi padat. [Allah Ta'ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaaf: 37)]

[SUBJEK]

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan,
mengisyaratkan kepada ayat-ayat sebelumnya (mulai dari awal sura Qaf hinga ayat di atas). Inilah subjek.

[OBJEK]

Bagi orang-orang yang mempunyai hati,
inilah objek, yaitu hati yang hidup dan memahami wahyu Allah Ta'ala. Hal tersebut sebagaimana firman-Nya yang artinya, “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan, supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.” (QS. Yasin: 69-70)

[SYARAT DAN PENGHALANG]

Atau yang menggunakan pendengarannya,
artinya mengarahkan pendengaran kepada ucapan yang dihadapkan kepadanya. Inilah syarat.
Sedang dia menyaksikannya,
artinya hatinya hadir berkonsentrasi.
Ibnu Qutaibah rahimahullah berkata, “Dengarlah baik-baik Kitabullah sedangkan hatimu dalam keadaan konsentrasi dan faham, bukan lalai dan lupa.”
Ini mengisyaratkan kepada penghalang, yaitu lalainya kalbu akan apa yang dikatakan kepadanya, tidak memperhatikan dan memikirkannya.

[KESIMPULAN]

Tatkala telah ada subjek pemberi pengaruh (al-Quran), objek (kalbu yang hidup), syarat (mengarahkan pendengaran dan perhatian) dan hilangnya penghalang (kelalaian hati dari kalimat yang ditujukan kepadanya); maka tercapailah pengambilan manfaat dari al-Quran.

Marji' : Kaifa Nafhamul Quran karya Syaikh Jamil Zainu (terjemahan: Bagaimana Kita Memahami al-Quran, penerbit: Cahaya Tauhid Press)