Catatan Prasetyo Abu Kaab

Tampilkan postingan dengan label Imam Hafsh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imam Hafsh. Tampilkan semua postingan

18 Mei 2024

Mengenal Mad Tamkin dan Mad Farqi

Mei 18, 2024 Posted by Abu Kaab , , , , , No comments

Segala puji bagi Allaah. Shalawat dan salam atas Rasulullaah.

Berikut ini pembahasan tentang mad tamkin dan mad farqi. Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kita semua.

مدُّ التمكين

هو أن تجتمع (الواو) الساكنة المضموم ما قبلها مع (واو) أخرى نحو: {آمَنُوا وَعَمِلُوا} ، 

أو (الياء) الساكنة المكسور ما قبلها مع (ياء) أخرى نحو: {فِي يَوْمَيْنِ} ؛ 

فيجب تمكين المد في الواو أو الياء الساكنتين بمقدار حركتين حذراً من الإدغام أو الإسقاط. 


ويقع هذا المدّ في كلمتين، كما في المثالين السابقين، ويقع في كلمة، مثل: {حُيِّيتُمْ (٨٦) } [النساء: ٨٦] ، 

{يَلْوُونَ (٧٨) } [آل عمران: ٧٨] ، {دَاوُودُ} . 


مقداره: حركتان كالمد الطبيعي، فإن كان في نحو: {الْأُمِّيِّينَ} ، {النَّبِيِّينَ} ، فحكمه عند الوقف أنه عارض للسكون، ويجوز مده (٢ أو ٤ أو ٦) .  

[أحكام التجويد في سؤال وجواب - المجلد 1 - الصفحة 21 - جامع الكتب الإسلامية]


Maddut Tamkin

Adalah ketika huruf wawu sukun yang didhammahkan sebelumnya bertemu dengan huruf wawu lainnya, seperti: {āmanū wa'amilū}

Atau ketika huruf ya sukun yang dikasrahkan sebelumnya bertemu dengan huruf ya lainnya, seperti: {fī yawmayni}

Maka harus memanjangkan mad pada wawu atau ya sukun dengan panjang dua harokat, untuk menghindari idgham (memasukkan) atau isqat (membuang).

Mad ini dapat terjadi pada dua kata, seperti contoh di atas, dan dapat terjadi dalam satu kata, seperti: {ḥuyyītum (86)} [An-Nisa: 86], {yalwūna (78)} [Ali Imran: 78], {Dāwūdu}.

Panjangnya: dua harokat seperti mad thobi'i, jika terjadi seperti: {al-ummiyyīna}, {an-nabiyyīna}, maka hukumnya ketika berhenti adalah mad 'aridh lis sukun, dan boleh memanjangkannya (2, 4 atau 6 harokat).

[Ahkamut Tajwid fi Su'al wa Jawab - Jilid 1 - Halaman 21 - Jami'ul Kutub Al-Islamiyyah]


مد الفرق

وهو لون من «المد اللازم الكلمي» 

جاء «مثقلا» في كلمتين لا غير في القرآن الكريم هما:  

(ءآلذكرين)  ذكرت مرتين في الأنعام  (١٤٣، ١٤٤) . 

و (ءآلله) ذكرت مرة في يونس (٥٩) ومرة في النمل (٥٩)  . 

وجاء «مخففا» في كلمة واحدة هي  (ءآلآن)  ذكرت مرتين في سورة يونس  (٥١، ٩١) . 


ووجه تسميته «مد الفرق» أن المد فيه يمنع حدوث لبس بين الجملة الخبرية التي تقرر خبرا أو حقيقة، وبين الجملة الاستفهامية التي تسوق سؤالا ينتظر الإجابة، ويمكن السامع أن يفرق بينهما. 


ونضرب لذلك مثلا بكلمة (الآن) وردت في الأنفال (آية ٦٦)  في قوله تعالى:  (الآن خفف الله عنكم .. ) ، فهذا أسلوب خبري تقريري يقرر حقيقة، والمفروض أنها كلمة مبدوءة بهمزة وصل، فإن أردنا الابتداء بها مقطوعة عما قبلها حولنا همزة الوصل إلى همزة قطع محققة في النطق. فإذا أردنا أن نبتدئ جملة استفهامية بنفس الكلمة   (الآن)   أدخلنا عليها همزة قطع للاستفهام، حينئذ تتطابق الكلمتان حال الخبر والاستفهام، فلا يدري السامعء أنت تسأله أم تخبره. ولكي نفرق بين الحالتين، أتينا بالمد اللازم  (بمقدار ٦ حركات)  بعد الهمزة حال الاستفهام فقط، لكي يتحقق الفرق بينهما، وهو مع كلمة  (ءالآن)  يسمى مد الفرق المخفف لعدم وجود شدة بعد المد ومع  (ءآلذّكرين)  و(ءآلله) يسمى مد الفرق المشدد لوجود شدة بعد المد (فوق الذال) من الكلمة الأولى و(فوق اللام)  من الكلمة الثانية.  

[الميزان في أحكام تجويد القرآن - المجلد 1 - الصفحة 186 - جامع الكتب الإسلامية]


Mad Al-Farq

Ini adalah salah satu jenis "Mad Al-Lazim Al-Kalimi" (mad wajib pada kata terpisah).

- Mad ini datang sebagai "mutsaqqal" (panjang 6 harakat) pada dua kata saja dalam Al-Quran, yaitu:

1. (آلذكرين) disebutkan dua kali dalam surat Al-An'am (143, 144).

2. (آلله) disebutkan satu kali dalam surat Yunus (59) dan satu kali dalam surat An-Naml (59).

- Sedangkan datang sebagai "mukhaffaf" (panjang 2 harakat) pada satu kata saja yaitu (آلآن) disebutkan dua kali dalam surat Yunus (51, 91).


Alasan penamaan "Mad Al-Farq" adalah mad ini mencegah terjadinya kesamaran antara kalimat khabar (berita/menyatakan fakta) dan kalimat istifham (pertanyaan yang menuntut jawaban), sehingga pendengar dapat membedakannya.


Sebagai contoh kata (الآن) disebutkan dalam surat Al-Anfal ayat 66 "الآن خفف الله عنكم", ini adalah kalimat khabar yang menyatakan fakta, yang seharusnya dimulai dengan hamzah washl. Jika ingin memulainya dengan terputus dari sebelumnya, hamzah washl diubah menjadi hamzah qath'i (memutus). 

Namun jika ingin memulai kalimat istifham dengan kata yang sama (الآن), maka diberi hamzah istifham di awalnya. Sehingga kedua kata (الآن) untuk khbar dan istifham akan sama bunyinya, dan pendengar tidak dapat membedakannya apakah pembicara bertanya atau memberi khabar.

Agar dapat dibedakan, pada kata untuk istifham saja diberikan mad wajib sepanjang 6 harakat setelah hamzahnya. Dengan demikian terjadi perbedaan antara keduanya. Bila mad wajibnya pada kata (ءالآن) disebut Mad Al-Farq Al-Mukhaffaf karena tidak ada tasydid setelahnya. Sedangkan pada kata (ءآلذكرين) dan (ءآلله) disebut Mad Al-Farq Al-Mutsaqqal karena ada tasydid setelah madnya.


[Al-Mizan fi Ahkam Tajwid Al-Quran - Jilid 1 - Halaman 186 - Jami' Al-Kutub Al-Islamiyyah]


21 Agustus 2021

Qoshr Munfashil dan Tawassuth Muttashil untuk Riwayat Hafsh

Segala puji bagi Allaah. Shalawat dan salam atas Rasulullaah.

Pembaca al-Quran diperbolehkan membaca riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman dengan qosr (2 harakat) mad jaiz munfashil (dan semisalnya), dan tawassuth (4 harakat) untuk mad wajib muttashil. Namun, akan lebih baik jika dia memperhatikan hukum-hukum khusus terkait dengan jalur tersebut. Ada beberapa jalur yang bisa digunakan, dan masing-masing memiliki hukum-hukum tersendiri.

Perbedaan Thoriq Roudhoh ibn Mu'addil dan Thoriq Syathibiyyah

Berikut ini perbedaan-perbedaan thoriq Roudhoh Ibn Mu'addil dan thoriq Syathibiyyah untuk riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman


1 - حرف العين
Huruf 'ain dari pembukaan surat Maryam dan asy-Syuura, dibaca dengan 2 harakat
Syathibiyyah : 4 dan 6 harakat

2  - آلله آلاءان آلذكرين
Dibaca dengan madd saja
Syathibiyyah : madd dan tashiil

3 - حرف النون 
Huruf nuun dari (surat) yaasiin dan nuun, ketika washl dibaca dengan idzhar (fiil) dan idghom (zar'aan)
Syathibiyyah : idzhar

4 - بسطه ويبسط
dalam surat al-Baqarah dan al-A'raf, dibaca dengan shood (zar'aan, hammaamiy) [dan siin (fiil)]
Syathibiyyah : siin

 5 - المسيطرون
dalam surat ath-Thuur, dibaca dengan siin
Syathibiyyah : siin dan shood

6 -بمسيطر
dalam surat al-Ghoosyiyah, dibaca dengan siin (zar'aan) dan shood (fiil)
Syathibiyyah : shood

7 - ءاتن
dalam surat an-Naml, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

8 - سلاسل
dalam surat al-Insaan, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

9 - فرق
dalam surat asy-Syu'araa, ketika washl dibaca dengan tafkhiim
Syathibiyyah : tafkhiim dan tarqiiq

10 - السكتات
Tidak ada saktah
Syathibiyyah : adanya saktah-saktah

11 - مالك لا تامنا
dalam surat Yusuf, dibaca dengan isymaam
Syathibiyyah : isymaam dan roum

12 - الم نخلقكم
dalam surat al-Mursalaat, dibaca dengan idghoom kaamil
Syathibiyyah : idghoom kaamil dan naaqish

Perbandingan dengan Thoriq Thoyyibah

Perbedaan dengan Thoyyibatun Nasyr, dari kitab al-Mishbaah, melalui thoriq al-Hammaamiy, dari thoriq al-Fiil :
- no (1) 4 harokat
- no (2, 4, 5, 7, 8, 9, 11) sama dengan di atas
- ضعف : syathibiyyah boleh fathah / dhommah pada huruf dhod; sedangkan Ibnu Ma'dal thoriq zar'aan dhommah dan thoriq fiil fathah [demikian juga Thoyyibah]
- Boleh tanpa takbir, atau takbir khusus untuk akhir surat-surat penutup

Demikian, sholawat dan salam atas Rasulullaah, keluarga, sahabat-sahabat beliau seluruhnya.

Maraaji' :
- Talaqqi kepada Ustadz Abu Hibban Herry dan Syaikh Hasan Abdul Ghoniy
- Ahsanul Bayaan Syarh Thuruq Thoyyibah li Riwaayati Hafsh ibn Sulaimaan, Syaikh Taufiq Dhomroh

11 Agustus 2021

Perbedaan Thoriq Roudhoh ibn Mu'addil dan Thoriq Syathibiyyah untuk Riwayat Hafsh

Segala puji bagi Allaah. Shalawat dan salam atas Rasulullaah.
Berikut ini perbedaan-perbedaan thoriq Roudhoh Ibn Mu'addil dan thoriq Syathibiyyah untuk riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman


1 - حرف العين
Huruf 'ain dari pembukaan surat Maryam dan asy-Syuura, dibaca dengan 2 harakat
Syathibiyyah : 4 dan 6 harakat

2  - آلله آلاءان آلذكرين
Dibaca dengan madd saja
Syathibiyyah : madd dan tashiil

3 - حرف النون 
Huruf nuun dari (surat) yaasiin dan nuun, ketika washl dibaca dengan idzhar (fiil) dan idghom (zar'aan)
Syathibiyyah : idzhar

4 - بسطه ويبسط
dalam surat al-Baqarah dan al-A'raf, dibaca dengan shood (zar'aan) [dan siin (fiil)]
Syathibiyyah : siin

 5 - المسيطرون
dalam surat ath-Thuur, dibaca dengan siin
Syathibiyyah : siin dan shood

6 -بمسيطر
dalam surat al-Ghoosyiyah, dibaca dengan siin (zar'aan) dan shood (fiil)
Syathibiyyah : shood

7 - ءاتن
dalam surat an-Naml, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

8 - سلاسل
dalam surat al-Insaan, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

9 - فرق
dalam surat asy-Syu'araa, ketika washl dibaca dengan tafkhiim
Syathibiyyah : tafkhiim dan tarqiiq

10 - السكتات
Tidak ada saktah
Syathibiyyah : adanya saktah-saktah

11 - مالك لا تامنا
dalam surat Yusuf, dibaca dengan isymaam
Syathibiyyah : isymaam dan roum

12 - الم نخلقكم
dalam surat al-Mursalaat, dibaca dengan idghoom kaamil
Syathibiyyah : idghoom kaamil dan naaqish

________________ selesai.

Demikian, sholawat dan salam atas Rasulullaah, keluarga, sahabat-sahabat beliau seluruhnya.

Maraaji' :
- Talaqqi kepada Ustadz Abu Hibban Herry dan Syaikh Hasan Abdul Ghoniy
- Ahsanul Bayaan Syarh Thuruq Thoyyibah li Riwaayati Hafsh ibn Sulaimaan, Syaikh Taufiq Dhomroh