Catatan Prasetyo Abu Kaab

6 Oktober 2022

Empat Kalimat yang Paling Dicintai Allah [ Khutbah Jumat ]

Oktober 06, 2022 Posted by Abu Kaab , , , No comments

Empat kalimat yang paling dicinta oleh Allah :

  1. Subhaanallaah,
  2. walhamdulillaah,
  3. wa laa ilaaha illallaah,
  4. wallaahu akbar

__________________________________________

إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
صلى الله عليه وعلى آله وصحبه .

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴾ [آل عمران: 102].

﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴾ [النساء: 1].

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴾ [الأحزاب: 70-71][1].

فإن أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدي هدي محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار. 

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Mari, pada hari yang mulia ini, kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala. Taatilah perintah-perintah Allah, dan jauhilah larangan-larangan-Nya.

Ketahuilah rahimakumullaah, diantara ikatan yang paling kuat antara sesorang hamba dengan robb nya, adalah senantiasa berdzikir kepada Allah Ta'ala.
Maka siapa saja yang berdizkir (mengingat) kepada Allah, maka Allah akan mengingatnya.
{ فَٱذۡكُرُونِیۤ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُوا۟ لِی وَلَا تَكۡفُرُونِ }
[سُورَةُ البَقَرَةِ: ١٥٢]

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu! Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku!"

Orang yang banyak berdzikir kepada Allah, merupakan orang yang terdepan, baik di dunia, maupun di akhirat.
(( سَبَقَ المُفَرِّدُونَ )) قالوا : وَمَا المُفَرِّدُونَ ؟ يَا رسولَ الله قَالَ: (( الذَّاكِرُونََ اللهَ كثيراً والذَّاكِرَاتِ ))

"Telah mendahului al-mufarridun." Para sahabat bertanya, "Siapakah al-mufarridun itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah."

Keutamaan yang mulia ini, dapat dicapai dengan jalan yang bermacam-macam, diantarnya adalah lisan yang mengalir dengan dzikir kepada Allah.
Lisan yang mengalir dengan dzikir kepada Allah, yang diikuti oleh hati yang demikian; termasuk bentuk dzikir yang paling mulia.

Kalimat-kalimat, yang dengannya seseorang mengaliri lisannya dengannya; sangat banyak. Dan diantara kalimat-kalimat tersebut adalah sebagimana yang disebutkan oleh Rasulullah

أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لله، وَلاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ.

"Ucapan yang paling dicintai Allah adalah empat: Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Allah Mahabesar."


Mengapa kalimat-kalimat yang 4 tersebut, merupakan kalimat yang paling dicintai oleh Allah ?
Hal ini dijelaskan oleh hadis-hadis yang semisal, dengan lafadz yang berbeda. Diantarnya :
1. Kalimat yang paling baik
2. Kalimat yang paling agung

Oleh karena itu, kalimat-kalimat ini merupakan kalimat yang paling agung maknanya, yang tidak ditemukan di kalimat lainnya.

Ketika seseorang mengatakan "Subhaanallaah", maka dia telah menyucikan Allah dari seluruh hal yang tidak layak bagi-Nya, berupa cacat dan aib.
Diantara contoh sifat yang tidak layak bagi Allah adalah kedzaliman

Terkandung dalam penyucian Allah dari hal-hal yang tidak layak tersebut, penetapan sifat sempurna bagi Allah, yang merupakan lawan dari aib / cacat tersebut.
Seperti menyucikan Allah dari sifat dzalim, sekaligut juga merupakan penetapan bahwa Allah memiliki sifat adil.

Allah tidak mendzalim kepada siapapun. Allah berfirman 


Ketika seseorang mengatakan "Alhamdulillaah", maka dia menetapkan seluruh kesempurnaan bagi Allah Ta'ala, bersamaan dengan kecintaan dan pengagungannya kepada Allah Ta'ala

Ketika seseorang mengatakan "Laa ilaaha illallaah", maka dia menafikan seluruh sesembahan selain Allah, dan menetapkan sesembahan yang benar hanya kepada Allah Ta'ala

Ketika seseorang mengatakan "Allaahu akbar", maka hal ini merupakan pengagungan dan kebesaran bagi Allah. Maka seluruh hal yang besar, Allah lebih besar darinya.

kalimat-kalimat ini merupakan kalimat-kalimat yang paling dicintai oleh Allah, karena kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat yang paling baik, paling agung, dan terkandung di dalamnya makna-makna yang sangat mulia, yang tidak didapatkan pada kalimat-kalimat selainnya.

أقول ما تسمعون وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين
فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

___________________

الحمد لله رب العالمين ...
رب السماوات ورب الأرض رب العرش العظيم ...
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Nabi ketika mengatakan bahwasanya kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat-kalimat yang paling dicintai oleh Allah, maksud beliau adalah memberikan dorongan untuk senantiasa mengucapkan dzikir-dzikir tersebut.
Nabi melanjutkan dalam hadis tersebut ...
yaitu bagiamanapun seorang hamba mendahulukan kalimat satu atas lainnya, maka keutamaan yang diadapatkan akan tetap besar, tidak merubah kecintaan Allah terhadap kalimat-kalimat tersebut.


Ketika Allah menyebutkan sifat orang yang berakal (ulul albaab) di akhir surat ali imron, Allah berfirman :
{ ٱلَّذِینَ یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِیَـٰمࣰا وَقُعُودࣰا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَیَتَفَكَّرُونَ فِی خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَـٰذَا بَـٰطِلࣰا سُبۡحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ }
[سُورَةُ آلِ عِمۡرَانَ: ١٩١]

"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."

Dzikir-dzikir yang disebutkan oleh rasulullah tersebut merupakan dzikir mutlak, yang bisa diucapkan kapan saja.
Diantara dzikir yang paling utama diucapkan pada waktu-waktu tersebut adalah, empat kalimat-kalimat yang paling dicintai oleh Allah

Maka, mari kita perbanyak dzikir kepada Allah dengan kalimat-kalimat tersebut, karena siapa saja yang mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya; dan siapa saja yang mencintai apa-apa yang dicintai Allah, maka akan Allah mencintainya.

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..

اعلموا أن الله أمركم بالصلاةِ والسلامِ على نبيِّه، فقال في مُحكَم التنزيل: ﴿ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ﴾ [الأحزاب: 56].

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آل مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد.





وصل اللهم على محمد وآله وصحبه أجمعين 
والحمد لله رب العالمين

Disarikan dari : http://t.me/mkalosyme

11 September 2022

Lima Pokok dalam Membaca Cepat

September 11, 2022 Posted by Abu Kaab , , , No comments



Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah.

Berikut ini lima pokok dalam membaca cepat :

  1. memperhatikan sampul kitab, untuk mengetahui judul, penulis, penerbit dan tahun terbit
  2. membaca muqoddimah
  3. membaca daftar isi, dengan memberikan tanda pada bab/masalah yang menarik untuk dibaca
  4. membuka2 kitab dengan cepat, dengan membaca bab2, masalah2. Dan baca bab / masalah yang menarik
  5. kembali ke daftar isi, untuk mencocokkan dengan no. 4


Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=ywN1NwOayOs

19 Mei 2022

Tiga Inti Perkara Jahiliyah [ Khutbah Jumat ]

Mei 19, 2022 Posted by Abu Kaab , , , No comments

Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara : 
(1) Allah Ridha kepada kalian (ketika kalian) beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, 
(2) berpegang teguh kepada tali agama Allah dan janganlah kalian bercerai berai, 
(3) saling nasehat menasehati kepada pemimpin-pemimpin kalian.

__________________________________________

إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
صلى الله عليه وعلى آله وصحبه .

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴾ [آل عمران: 102].

﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴾ [النساء: 1].

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴾ [الأحزاب: 70-71][1].

فإن أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدي هدي محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار. 

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Mari, pada hari yang mulia ini, kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala. Taatilah perintah-perintah Allah, dan jauhilah larangan-larangan-Nya.

Ketahuilah, wahai jama'ah sekalian rahimakumullaah, sesungguhnya Allah sebelum mengutus Nabi Muhammad, dia melihat kepada penduduk bumi seluruhnya. Dan saat itu, semua manusia (kecuali sebagian kecil dari sisa-sisa ahli kitab) dalam kondisi jahiliyah.
Maka Allah mengutus Nabi Muhammad, kemudian memberikan petunjuk kepada mereka dengannya.

{ هُوَ ٱلَّذِیۤ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِینِ ٱلۡحَقِّ لِیُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّینِ كُلِّهِۦۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِیدࣰا } [سُورَةُ الفَتۡحِ: ٢٨]

"Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi."

Maka bumi yang sebelumnya gelap, menjadi terang dengan cahaya dakwah beliau. hati2 yang sebelumnya bercerai-berai, menjadi bersatu. dan manusia menjadi taat kepada rabb mereka... sehingga dengan dakwah beliau, mereka menjadi orang-orang muslim lagi bertauhid.

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Dan diantara pokok dakwah beliau adalah menyelisihi perkara ahli jahiliyah, baik dalam urusan agama dan dunia mereka.
Perkara jahiliyah yang beliau selisihi, sangat banyak. Dan perkara paling intinya ada 3 :
1. Dahulu mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah, tidak tidak mentauhidkan-Nya
Mereka menyembah selian Allah.

{ أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّینُ ٱلۡخَالِصُۚ وَٱلَّذِینَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦۤ أَوۡلِیَاۤءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِیُقَرِّبُونَاۤ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰۤ إِنَّ ٱللَّهَ یَحۡكُمُ بَیۡنَهُمۡ فِی مَا هُمۡ فِیهِ یَخۡتَلِفُونَۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَهۡدِی مَنۡ هُوَ كَـٰذِبࣱ كَفَّارࣱ } [سُورَةُ الزُّمَرِ: ٣]

"Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar."

Maka rasulullah menyelisinya; dan menyuruh mereka untuk hanya beribadah kepada Allah saja.

{ وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ } [سُورَةُ البَيِّنَةِ: ٥]

"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)."

Maka nabi menyelisihi inti dari perkara-perkara jahiliyah ini, dengan membatalkan kesyirikan kepada Allah.

2. Dahulu mereka adalah orang-orang yg suka berselisih / bercerai-berai, baik dalam perkara agama, dan dunia.

{ فَتَقَطَّعُوۤا۟ أَمۡرَهُم بَیۡنَهُمۡ زُبُرࣰاۖ كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَیۡهِمۡ فَرِحُونَ } [سُورَةُ المُؤۡمِنُونَ: ٥٣]

"Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing)."

Maka Nabi menyeru mereka untuk bersatu, dan memerintahkan mereka untuk menetapi jama'ah kaum muslimin

{ وَٱعۡتَصِمُوا۟ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِیعࣰا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ۚ ... } [سُورَةُ آلِ عِمۡرَانَ: ١٠٣]

"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai,"

Maka Nabi membatalkan dan menyelisihi kecintaan mereka untuk suka bercerai-berai, dan memerintahkan mereka untuk bersatu.

3. Dahulu mereka adalah orang-orang yang tidak mau taat kepada pemimpin, dan menilai ketaatan kepada pemimpin merupakan suatu kerendahan
Maka nabi datang  dan memerintahkan mereka untuk mendengar dan taat kepada pemimpin yang telah Allah tunjuk untuk mengurusi urusan mereka.

{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَطِیعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِیعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِی ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ ... } [سُورَةُ النِّسَاءِ: ٥٩]

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)di antara kamu."

Maka Nabi membatalkan dan menyelisihi keengganan mereka untuk mendengar dan taat kepada pemimpin yang telah Allah tunjuk untuk mengurusi urusan mereka, dan memerintahkan mereka untuk mendengar dan taat kepada pemimpin tersebut.

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Ketiga perkara ini merupakan inti dari perkara-perkara jahiliyah yang Rasulullah datang untuk menyelisihi dan membatalkannya.
1. Dahulu mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah, tidak tidak mentauhidkan-Nya
2. Dahulu mereka adalah orang-orang yg suka berselisih / bercerai-berai, baik dalam perkara agama, dan dunia.
3. Dahulu mereka adalah orang-orang yang tidak mau taat kepada pemimpin, dan menilai ketaatan kepada pemimpin merupakan suatu kerendahan

Yang dengan hilangnya perkara-perkara tersebut, timbullah dampak yang sangat baik bagi manusia, baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang; dan baik di dunia, maupun di akhirat.
Tentu, hal ini tidak lepas dari jasa Nabi kita Muhammad... semoga Allah membalas kebaikan beliau, atas seluruh kebaikan ini.

أقول ما تسمعون وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين
فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

___________________

الحمد لله رب العالمين ...
رب السماوات ورب الأرض رب العرش العظيم ...
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Sesungguhnya diantara ajaran inti yg dibawa oleh nabi Muhammad adalah menyelisihi perkara-perkara jahiliyah.
Maka, sudah selayaknya bagi kita untuk mencontoh beliau, mengikuti petunjuk beliau.
Telah kita ketahui 3 perkara inti jahiliyah yang telah diselisihi oleh Nabi Muhammad.
Nabi telah mengumpulkan ketiga perkara tersebut dalam 1 hadis :

إنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا : يَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلَا تُشْرِكُوْ بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا وَأَنْ تَنَاصَحُوْا مَنْ وَلَّاهُ اللهُ أَمْرَكُمْ 

"Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara : 
(1) Allah Ridha kepada kalian (ketika kalian) beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, 
(2) berpegang teguh kepada tali agama Allah dan janganlah kalian bercerai berai, 
(3) saling nasehat menasehati kepada pemimpin-pemimpin kalian." (HR. Ahmad, shohih)


{ ... وَمَاۤ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُوا۟ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِیدُ ٱلۡعِقَابِ } [سُورَةُ الحَشۡرِ: ٧]

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya."

Maka, mari menerima petunjuk beliau tersebut dalam ketiga hal di atas.

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..

اعلموا أن الله أمركم بالصلاةِ والسلامِ على نبيِّه، فقال في مُحكَم التنزيل: ﴿ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ﴾ [الأحزاب: 56].

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آل مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد.





وصل اللهم على محمد وآله وصحبه أجمعين 
والحمد لله رب العالمين

Disarikan dari : http://t.me/mkalosyme

21 Agustus 2021

Qoshr Munfashil dan Tawassuth Muttashil untuk Riwayat Hafsh

 Segala puji bagi Allaah. Shalawat dan salam atas Rasulullaah.

Pembaca al-Quran diperbolehkan membaca riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman dengan qosr (2 harakat) mad jaiz munfashil (dan semisalnya), dan tawassuth (4 harakat) untuk mad wajib muttashil. Namun, akan lebih baik jika dia memperhatikan hukum-hukum khusus terkait dengan jalur tersebut. Ada beberapa jalur yang bisa digunakan, dan masing-masing memiliki hukum-hukum tersendiri.

Perbedaan Thoriq Roudhoh ibn Mu'addil dan Thoriq Syathibiyyah

Berikut ini perbedaan-perbedaan thoriq Roudhoh Ibn Mu'addil dan thoriq Syathibiyyah untuk riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman


1 - حرف العين
Huruf 'ain dari pembukaan surat Maryam dan asy-Syuura, dibaca dengan 2 harakat
Syathibiyyah : 4 dan 6 harakat

2  - آلله آلاءان آلذكرين
Dibaca dengan madd saja
Syathibiyyah : madd dan tashiil

3 - حرف النون 
Huruf nuun dari (surat) yaasiin dan nuun, ketika washl dibaca dengan idzhar (fiil) dan idghom (zar'aan)
Syathibiyyah : idzhar

4 - بسطه ويبسط
dalam surat al-Baqarah dan al-A'raf, dibaca dengan shood (zar'aan, hammaamiy) [dan siin (fiil)]
Syathibiyyah : siin

 5 - المسيطرون
dalam surat ath-Thuur, dibaca dengan siin
Syathibiyyah : siin dan shood

6 -بمسيطر
dalam surat al-Ghoosyiyah, dibaca dengan siin (zar'aan) dan shood (fiil)
Syathibiyyah : shood

7 - ءاتن
dalam surat an-Naml, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

8 - سلاسل
dalam surat al-Insaan, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

9 - فرق
dalam surat asy-Syu'araa, ketika washl dibaca dengan tafkhiim
Syathibiyyah : tafkhiim dan tarqiiq

10 - السكتات
Tidak ada saktah
Syathibiyyah : adanya saktah-saktah

11 - مالك لا تامنا
dalam surat Yusuf, dibaca dengan isymaam
Syathibiyyah : isymaam dan roum

12 - الم نخلقكم
dalam surat al-Mursalaat, dibaca dengan idghoom kaamil
Syathibiyyah : idghoom kaamil dan naaqish

Perbandingan dengan Thoriq Thoyyibah

Perbedaan dengan Thoyyibatun Nasyr, dari kitab al-Mishbaah, melalui thoriq al-Hammaamiy, dari thoriq al-Fiil :
- no (1) 4 harokat
- no (2, 4, 5, 7, 8, 9, 11) sama dengan di atas
- ضعف : syathibiyyah boleh fathah / dhommah pada huruf dhod; sedangkan Ibnu Ma'dal thoriq zar'aan dhommah dan thoriq fiil fathah [demikian juga Thoyyibah]
- Boleh tanpa takbir, atau takbir khusus untuk akhir surat-surat penutup

Demikian, sholawat dan salam atas Rasulullaah, keluarga, sahabat-sahabat beliau seluruhnya.

Maraaji' :
- Talaqqi kepada Ustadz Abu Hibban Herry dan Syaikh Hasan Abdul Ghoniy
- Ahsanul Bayaan Syarh Thuruq Thoyyibah li Riwaayati Hafsh ibn Sulaimaan, Syaikh Taufiq Dhomroh

11 Agustus 2021

Perbedaan Thoriq Roudhoh ibn Mu'addil dan Thoriq Syathibiyyah untuk Riwayat Hafsh

Segala puji bagi Allaah. Shalawat dan salam atas Rasulullaah.
Berikut ini perbedaan-perbedaan thoriq Roudhoh Ibn Mu'addil dan thoriq Syathibiyyah untuk riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman


1 - حرف العين
Huruf 'ain dari pembukaan surat Maryam dan asy-Syuura, dibaca dengan 2 harakat
Syathibiyyah : 4 dan 6 harakat

2  - آلله آلاءان آلذكرين
Dibaca dengan madd saja
Syathibiyyah : madd dan tashiil

3 - حرف النون 
Huruf nuun dari (surat) yaasiin dan nuun, ketika washl dibaca dengan idzhar (fiil) dan idghom (zar'aan)
Syathibiyyah : idzhar

4 - بسطه ويبسط
dalam surat al-Baqarah dan al-A'raf, dibaca dengan shood (zar'aan) [dan siin (fiil)]
Syathibiyyah : siin

 5 - المسيطرون
dalam surat ath-Thuur, dibaca dengan siin
Syathibiyyah : siin dan shood

6 -بمسيطر
dalam surat al-Ghoosyiyah, dibaca dengan siin (zar'aan) dan shood (fiil)
Syathibiyyah : shood

7 - ءاتن
dalam surat an-Naml, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

8 - سلاسل
dalam surat al-Insaan, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

9 - فرق
dalam surat asy-Syu'araa, ketika washl dibaca dengan tafkhiim
Syathibiyyah : tafkhiim dan tarqiiq

10 - السكتات
Tidak ada saktah
Syathibiyyah : adanya saktah-saktah

11 - مالك لا تامنا
dalam surat Yusuf, dibaca dengan isymaam
Syathibiyyah : isymaam dan roum

12 - الم نخلقكم
dalam surat al-Mursalaat, dibaca dengan idghoom kaamil
Syathibiyyah : idghoom kaamil dan naaqish

________________ selesai.

Demikian, sholawat dan salam atas Rasulullaah, keluarga, sahabat-sahabat beliau seluruhnya.

Maraaji' :
- Talaqqi kepada Ustadz Abu Hibban Herry dan Syaikh Hasan Abdul Ghoniy
- Ahsanul Bayaan Syarh Thuruq Thoyyibah li Riwaayati Hafsh ibn Sulaimaan, Syaikh Taufiq Dhomroh

23 Mei 2021

Pahala Mendengarkan Al-Quran

Mei 23, 2021 Posted by Abu Kaab , , , No comments


Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah..

Pahala mendengarkan* (Al-Quran), sebagaimana terdapat dalam sebuah atsar dari Sahabat Ibnu 'Abbas Radhiyallaahu 'anhu (dia mengatakan) : 
"Siapa saja yang mendengarkan satu ayat dari Al-Quran, maka baginya cahaya pada hari kiamat."

Guru kami (Syaikh Shalih bin Abdullah al-'Ushoimiy) menyebutkan, bahwasanya atsar tersebut dihukumi marfu' (sampai pada Rasulullah)

Syarh Fushuul fil Mu'tamadil Manquul, karya Haidar al-Qaasyiy

Catatan :
* Makna istimaa' adalah mendengarkan dengan disertai niat mendengarkan (fokus mendengarkan).

25 April 2021

[ 1 ] Fikih Syafi'i - I'tikaf

April 25, 2021 Posted by Abu Kaab , , , No comments



I'tikaf yaitu berdiam diri di dalam masjid, dari orang tertentu, dengan niat

[ HUKUM I'TIKAF ]
I'tikaf hukumnya sunah, kapanpun waktunya. Lebih ditekankan (kesunahannya) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Kecuali, i'tikaf yang dinadzarkan, maka hukumnya wajib, karena nadzar tersebut.
Kadang, i'tikaf bisa berhukum haram, walaupun sah; seperti i'tikafnya seorang istri tanpa seizin suaminya, dan i'tikafnya budak tanpa seizin majikannya.

[ DALIL I'TIKAF ]
Dalil atas disyariatkannya i'tikaf, diantaranya adalah
Firman Allah :
(ﻭﻻ ﺗﺒﺎﺷﺮﻭﻫﻦ ﻭﺃﻧﺘﻢ ﻋﺎﻛﻔﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺎﺟﺪ) 
Dan hadis di Shahihain, bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam i'tikaf pada sepuluh hari pertengahan Ramadhan, kemudian beliau i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan terus beliau lakukan sampai beliau wafat. Kemudian, istri-istri beliau i'tikaf setelahnya.

[ SYARAT-SYARAT ORANG YANG I'TIKAF ]
Rukun i'tikaf ada 4 :
Orang yang i'tikaf, tempat i'tikaf, berdiam diri, dan niat.
1. Orang yang i'tikaf, 
syarat-syaratnya :
a. Muslim
b. Mumayyiz
c. Berakal
d. Suci dari janabah, atau haid, atau nifas
Maka, i'tikaf tidak sah dilakukan oleh orang kafir, karena tidak sahnya i'tikaf tanpa niat, sedangkan orang kafir tidak termasuk orang yang niatnya teranggap.
Juga, tidak sah dilakukan oleh anak kecil yang belum mumayyiz, tidak juga oleh orang gila, orang pingsan, mabuk; karena mereka tidak bisa berniat.
I'tikaf tidak sah dilakukan oleh orang yang junub, haid, dan nifas; karena mereka diharamkan berdiam diri di dalam masjid.
Kalau tiba-tiba muncul perkara-perkara tersebut, sementara dia sedang i'tikaf; maka dia wajib keluar dari masjid.

Bersambung ... 

📕الدرس الفقهي الحادي عشر في أحكام الصوم على المذهب الشافعي 📕

⬅ *الاعتكاف* ➡

الاعتكاف: هو اللبث في المسجد من شخص مخصوص بنية.

👈🏻 وهو سنة في كل وقت، وتكون آكد في العشر الأواخر من رمضان.
إلا أن ينذر فيصير واجبا ﺑﺎﻟﻨﺬﺭ. 

👈🏿 ﻭقد ﻳﺤﺮﻡ مع الصحة كاعتكاف اﻟﺰﻭﺟﺔ بلا إذن من الزوج، واعتكاف اﻟﺮﻗﻴﻖ ﺑﻼ ﺇﺫﻥ ﻣﻦ اﻟﺴﻴﺪ. 

👈🏻 والأصل فيه قوله تعالى (ﻭﻻ ﺗﺒﺎﺷﺮﻭﻫﻦ ﻭﺃﻧﺘﻢ ﻋﺎﻛﻔﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺎﺟﺪ). 

👈🏻ﻭﺧﺒﺮ اﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ: ﺃﻧﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - اﻋﺘﻜﻒ اﻟﻌﺸﺮ اﻷﻭﺳﻂ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﺛﻢ اﻋﺘﻜﻒ اﻟﻌﺸﺮ اﻷﻭاﺧﺮ ﻭﻻﺯﻣﻪ ﺣﺘﻰ ﺗﻮﻓﺎﻩ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.
ﺛﻢ اﻋﺘﻜﻒ ﺃﺯﻭاﺟﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ.

🛑 *ﻭﺃﺭﻛﺎﻧﻪ ﺃﺭﺑﻌﺔ: * معتَكِف ﻭﻣﻌﺘَﻜَﻒ ﻓﻴﻪ ولبث ونية 

🔹 *الركن الأول المعْتَكِف* ﻭﺷﺮطه أن يكون 
1 - مسلما 
2 - مميزا 
3 - عاقلا 
4 - طاهرا من جنابة أو حيض أو نفاس 

👈🏿ﻓﻼ ﻳﺼﺢ ﻣﻦ ﻛﺎﻓﺮ، ﻟﺘﻮﻗﻔﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﻴﺔ، ﻭﻫﻮ ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻬﺎ. 

👈🏻ﻭﻻ ﻣﻦ ﺻﺒﻲ ﻏﻴﺮ ﻣﻤﻴﺰ،

👈🏿ﻭلا من ﻣﺠﻨﻮﻥ، ﻭﻣﻐﻤﻰ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺳﻜﺮاﻥ - ﺇﺫ ﻻ ﻧﻴﺔ ﻟﻬﻢ. 

👈ﻭﻻ ﻣﻦ ﺟﻨﺐ، ﻭﺣﺎﺋﺾ، ﻭﻧﻔﺴﺎء، ﻟﺤﺮﻣﺔ ﻣﻜﺜﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ.

▪وإن طرأت هذه الأمور وهو معتَكِف وجب الخروج من المسجد. 


Sumber :
https://youtu.be/-7Klvvxm3CU - Syaikh Syadzi al-Qibth