Catatan Prasetyo Abu Kaab

27 April 2020

[ 03 ] MEMURNIKAN TAUHID DAPAT MENYEBABKAN MASUK SURGA TANPA HISAB

April 27, 2020 Posted by Abu Kaab , , , , , No comments
Orang yang memurnikan tauhid (tahqiiq tauhiid), yaitu memurnikan dan membersihkan tauhidnya dari noda-noda :
1. Syirik, yang dapat membatalkan tauhid
2. Bid’ah, yang dapat mencacati tauhid
3. Maksiat, yang dapat mengotori tauhid, dengan segera bertaubat ketika terjerumus padanya (setelah berusaha menjauhinnya);
niscaya dia masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika mensifati orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, yaitu orang yang memurnikan tauhidnya kepada Allah, dengan hanya tawakal kepada-Nya; beliau bersabda :

هُمُ الَّذِيْنَ لاَ يَسْتَرْقُوْنَ وَلاَ يَتَطَيَّرُوْنَ وَلاَ يَكْتَوُوْنَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

“Mereka itu adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah, tidak melakukan tathayyur (beranggapan sial dengan melihat arah terbang burung) dan tidak melakukan kai (meminta lukanya ditempeli besi yang dipanaskan), dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.” (HR. Bukhari 3410 dan Muslim 220)

Diantara faedah-faedah dari hadis di atas :
- keutamaan tawakal
- meninggalkan meminta ruqyah, tathayyur, dan kai; karena sangat berpeluang dapat menghilangkan / mengurangi tawakal
- “tidak minta ruqyah” bukan berarti larangan ruqyah, karena Rasulullah pernah merukyah, dan dirukyah


Penyusun : Ustadz Prasetyo Abu Ka'ab

Maraaji' utama :
- Mulakhkhosh Syarh Kitab Tauhid, Syaikh Shalih al-Fauzan
- Duruus Syarh Kitab Tauhid, Syaikh Shalih al-'Ushoimiy

#Faedah-Hadis
#Tazkiyatun-Nafs
#Silsilah-Hadis-untuk-Memahami-Kitab-Tauhid

17 April 2020

[ 02 ] KEISTIMEWAAN TAUHID DAN PENGAMPUNANNYA TERHADAP SELURUH DOSA

April 17, 2020 Posted by Abu Kaab , , , , , No comments
Tauhid memiliki banyak sekali keistimewaan, seperti :
- Ahli tauhid akan mendapatkan ketenangan dan hidayah (Q.S.  al-An'am: 82)
- Ahli tauhid akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat (Q.S. an-Nahl: 97)
- Ahli tauhid pasti masuk surga (HR. Bukhari 3435, dan Muslim 28)
- Ahli tauhid terbebas dari adzab dan api neraka (HR. Bukhari 425 dan 2856, dan Muslim 30 dan 33; sebagaimana telah berlalu juga penjelasannya)
- Bobot timbangan tauhid mengalahkan bobot timbangan langit dan bumi (HR. Ibnu Hibban 2324 dan Hakim dalam al-Mustadrok 1/528; dan mereka berdua menshahihkannya)

Diantara keistimewaan tauhid lainnya adalah, ahli tauhid diampuni seluruh dosanya. Dari Anas bin Malik _radhiyallaahu 'anhu_ : Aku mendengar Rasulullah _shallallaahu 'alaihi wa sallam_ bersabda:

(( قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً))

"Allah Ta'ala berfirman: 'Hai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sejagat raya, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya pula.'" (HR. Tirmidzi 3534, dan beliau menghasankannya)

Diantara faedah-faedah dari hadis di atas :
- Luasnya keutamaan, kasih sayang, dan pengampunan Allah Ta'ala
- Bantahan atas khawarij, dimana mereka mengkafirkan pelaku dosa besar yang masih di bawah kesyirikan
- Penjelasan makna laa ilaaha illallaah , yaitu meninggalkan kesyirikan seluruhnya, baik syirik kecil maupun syirik besar

Penyusun : Ustadz Prasetyo Abu Ka'ab

Maraaji' utama :
- Mulakhkhosh Syarh Kitab Tauhid, Syaikh Shalih al-Fauzan
- Duruus Syarh Kitab Tauhid, Syaikh Shalih al-'Ushoimiy

#Faedah-Hadis
#Tazkiyatun-Nafs
#Silsilah-Hadis-untuk-Memahami-Kitab-Tauhid

12 April 2020

[ 01 ] WAJIBNYA TAUHID

April 12, 2020 Posted by Abu Kaab , , , , , No comments
Tauhid, yang secara asal maknanya adalah mengesakan Allah dalam ibadah; merupakan kewajiban setiap hamba. Mereka wajib beribadah kepada Allah saja, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu 'anhu : Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,

حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلاَ يُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا، وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكْ بِهِ شَيْئًا

"Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun." (HR. Bukhari 2856, dan Muslim 30)

Diantara faedah-faedah dari hadis di atas :
- Mengenal hak Allah yang diwajibkan kepada para hamba, yaitu agar mereka menyembah hanya kepada-Nya semata, tiada serikat bagi-Nya.
- Bahwasanya barangsiapa yang tidak menjauhi kesyirikan, berarti pada hakikatnya dia tidak menyembah Allah, meskipun nampaknya ia menyembah Allah.
- Keutamaan tauhid, dan orang yang berpegang teguh dengan tauhid; yaitu Allah tidak akan menyiksanya.
- Tafsir tauhid, yaitu beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan kesyirikan terhadap-Nya.

Penyusun : Ustadz Prasetyo Abu Ka'ab

Maraaji' utama :
- Mulakhkhosh Syarh Kitab Tauhid, Syaikh Shalih al-Fauzan
- Duruus Syarh Kitab Tauhid, Syaikh Shalih al-'Ushoimiy

#Faedah-Hadis
#Tazkiyatun-Nafs
#Silsilah-Hadis-untuk-Memahami-Kitab-Tauhid

7 Februari 2020

Larangan Safar untuk Menziarahi Kuburan

Februari 07, 2020 Posted by Abu Kaab , , , No comments
Syaikh ‘Utsaimin Rahimahullaah pernah ditanya :
Bapakku telah meninggal lama, dan dia jauh dariku. Saya tidak mampu menziarahi (kuburan)nya kecuali setelah dua atau tiga tahun kemudian. Apakah yang dapat saya lakukan untuk berbakti kepadanya, padahal saya jauh dari (kuburan)nya ? 

Beliau menjawab :
'Maksud dari ziarah kubur adalah mendoakan kebaikan bagi orang yang telah meninggal. Dan mendoakan mereka, sampai (kepada mereka) dimanapun tempat dia berdoa. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

 إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية ، أو علمٌ ينتفع به ، أو ولدٌ صالحٌ يدعو له
“Apabila seseorang meninggal, maka amalannya terputus; kecuali dari tiga perkara : (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang dimanfaatkan dengannya, dan (3) anak shalih yang mendoakan kebaikan baginya.”

Maka hendaklah kamu berdoa kepada Allah dimanapun kamu berada, baik dekat maupun jauh (dari kuburannya), dan tidak perlu menziarahi kuburannya (untuk mendoakannya).'

(Syaikh ‘Utsaimin melanjutkan)

 نعم ، لو كنت في نفس البلد جئت لحاجة وذهبت تزور أباك فلا بأس به ، أما أن تشد الرحل إلى قبره لتزوره فهذا منهيٌ عنه
“Memang benar, jika kuburannya masih dalam satu negeri (tidak perlu safar ke sana), kamu datang untuk suatu keperluan dan (sekaligus) pergi menziarahi kuburan bapakmu, maka ini tidak mengapa. Namun jika bersafar menuju kuburannya, untuk menziarahinya; maka ini adalah perkara yang terlarang.”
(Nuur ‘alad Darb 7/196)

Sumber Lengkap : https://islamqa.info/ar/answers/137688

22 Mei 2019

Keadaan-keadaan Shalat Tarawih


Segala puji bagi Allah, dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para shahabatnya.
Amma ba'du,
-الأحوال الواقعة في صلاة التراويح ثلاث:
1-حال نبوية: وهي تقليل الركعات، وتطويل الصلاة.
2-حال سلفية: وهي تكثير الركعات، وتقصير الصلاة.
3-حال خلفية: وهي تقليل الركعات، وتقصير الصلاة. فتكون هذه الحال حال مذمومة، يُزجر عنها.

ومن قدر على ما كان عليه النبي صلى الله عليه وسلم فهو أفضل، فإن عجز عنه فليلزم ما كان عليه السلف.

Keadaan-keadaan yang ada dalam shalat tarawih, ada 3 :
1. Keadaan kenabian, yaitu menyedikitkan rakaat dan memperpanjang sholat
2. Keadaan salafiyah, yaitu memperbanyak rakaat memperpendek sholat
3. Keadaan kholafiyah (belakangan), yaitu menyedikitkan rakaat dan memperpendek sholat, maka keadaan ini adalah keadaan yang tercela, yang (hendaknya) dijauhi.

Barangsiapa mampu di atas apa yg Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam diatasnya (yaitu keadaan kenabian) maka itu yang paling utama. Apabila tidak mampu, maka (hendaknya) dia melazimi apa yang para salaf ada diatasnya (yaitu keadaan salafiyah).

Marji' : http://fawaed14.blogspot.com/2015/06/blog-post.html

Penerjemah : Abu Rona
(Dengan pengeditan seperlunya)

7 Agustus 2018

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah dan Amalan-amalan yang lebih Ditekankan Saat Itu

Agustus 07, 2018 Posted by Abu Kaab , , No comments

Segala puji bagi Allah, dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para shahabatnya.
Amma ba'du,


Keutamaan 10 hari pertama bulan dzulhijjah

Wahai saudara-saudaraku yang senantiasa dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tidak terasa saat ini kita sudah sampai pada hari-hari yang mulia, hari-hari yang Allah gunakan untuk sumpah-Nya, di mana sumpah-Nya dengan menyebut makhluk-Nya menunjukkan kemuliaan makhluk tersebut.
Allah Ta'ala berfirman :
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)
(1)Demi fajar (subuh),
(2) dan demi malam-malam sepuluh (pertama bulan dzulhijjah)
[Q.S. Al-Fajr : 1-2]

Hal lain yang menunjukkan kemuliaan hari-hari 10 pertama bulan dzuhijjah adalah hadist yang diriwayatkan Abu Dawud dan selainnya dengan sanad shahih dari 'Abdullah bin 'Amr Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda :
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللهِ , عَزَّ وَجَلَّ , الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ
"Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah di dalamnya dari sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah."

Makna "'Asyrah dzulhijjah"

Yang dimaksud dengan 'Asyrah dzulhijjah (sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah) adalah sembilan hari, yang akhirnya adalah hari Arafah. Penamaan sembilan hari dengan sepuluh hari karena pemutlakan kepada yang lebih banyak. (lihat Mu'jam Lughah Fiqhiyyah)

Di antara amalan-amalan yang lebih ditekankan saat itu

Wahai saudara-saudaraku yang senantiasa dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hendanya kita memanfaatkan waktu-waktu ini, 10 hari pertama bulan dzulhijjah, dengan semaksimal kemampuan kita. Berikut ini beberapa amalan yang hendaknya kita perhatian khususnya di hari-hari tersebut :

Perbanyak tahlil, tasbih, takbir, dan tahmid

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ , رَضِيَ الله عَنْهُمَا ، قَالَ : قالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَم عِنْدَ الله وَلا أَحَب إِلَيْهِ فِيهِنَّ الْعَمَلُ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ : عَشْر ذِي الحجة - أَوْ قَالَ : الْعَشْرِ - فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ من التَّهْلِيلَ والتسبيح , وَالتَّكْبِيرَ وَالتَّحْمِيدَ. رواه أبو بكر بن أبي شَيْبَة ، وعبد بن حميد وأبو يعلى ، والبيهقي في الشعب بسند صحيح.
Ibnu Umar dan Abu Hurairah radliyallahu’anhuma pernah keluar menuju ke pasar pada hari-hari sepuluh pertama bulan dzulhijjah, mereka berdua membaca takbir, maka orang-orang di pasar pun ikut bertakbir. (Diriwayatkan oleh Bukhari di dalam shahihnya ta’liqan dengan shigha jazm).

Perbanyak puasa

Puasa juga diperbolehkan pada hari-hari tersebut (kecuali hari ke sepuluh), karena puasa merupakan sebaik-baik amal shaleh, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihiwasallam kepada Abu Umamah radliyallahuanhu ketika dia bertanya kepada beliau,” Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang bermanfaat bagi diriku di hadapan Allah ta’ala! beliau menjawab, “Berpuasalah karena puasa itu tidak ada yang menyamainya.” (shahih targhib wat tarhib).

Pada hari itu pula disunnahkan puasa Arafah, Rasulullah shallallahu alaihiwasallam pernah ditanya tentang pahala puasa Arafah, kemudian beliau menjawab, “Puasa Arafah itu menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).

Prasetyo Abu Kaab

3 April 2018

Seberapa Cepatkah Idealnya Bacaaan al-Quran?

April 03, 2018 Posted by Abu Kaab , , No comments

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Berikut ini hadis dan atsar, yang menunjukkan bagaimana kecepatan Rasulullaah dan Shahabatnya (Abu Bakar) dalam membaca al-Quran.

Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah membaca surat al-A'raaf seluruhnya pada shalat magrib
عن عائشة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قرأ في صلاة المغرب بسورة الأعراف فرقها في ركعتين
رواه النسائي وصححه الألباني

Dari 'Aisyah, "Sesungguhnya Rasulullaah - shallallaahu 'alaihi wa sallam - telah membaca dalam shalat maghrib surat al-A'raaf, dengan membaginya menjadi dua rekaat."
(HR. an-Nasai, dinilai shahih oleh al-Albani)

Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu pernah membaca surat al-Baqarah seluruhnya pada shalat subuh
وروى عبد الرزاق بإسناد صحيح عن أبي بكر الصديق أنه أم الصحابة في صلاة الصبح بسورة البقرة فقرأها في الركعتين، وهذا إجماع منهم
الفتح

Dan 'Abdurrazzaaq meriwayatkan dengan sanad yang shahih, dari Abu Bakar ash-Shiddiiq, bahwasanya dia mengimami para shahabat dalam shalat subuh dengan surat al-Baqarah. Dia membacanya dalam dua rekaat. Ini merupakan kesepakatan (ijma') dari mereka.
(Ibnu Hajar dalam Fathul Baariy)

Tetap Tartil dan Tadabbur
Hadis dan atsar di atas menunjukkan bahwasanya bacaan al-Quran boleh dengan "agak-cepat", tentu dengan tetap menyempurnakan huruf-hurufnya (tartil).
Selain kecepatan, point penting yang patut diperhatikan adalah kemampuan dalam men-tadabbur-i al-Quran. Bahkan, tadabbur merupakan diantara maksud utama dalam membaca al-Quran.

Faedah lain dari hadis dan atsar di atas, diperbolehkan membaca satu surat, dan dibagi menjadi dua rekaat dalam satu shalat.

Catatan :
Telah sampai kepada kita macam-macam bacaan Rasulullaah, diantaranya tahqiiq (lambat), tadwiir (agak cepat), dan hadr (cepat). Ketiga macam bacaan tersebut, termasuk dalam tartiil.

Allaahu a'lam.

Maraji' :
- https://archive.org/details/AlQasimTibyaan1432
- 
http://al-muzaniy.blogspot.com/2014/01/membagi-satu-surat-al-quran-dalam-dua.html