Seberapa Cepatkah Idealnya Bacaaan al-Quran?


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Berikut ini hadis dan atsar, yang menunjukkan bagaimana kecepatan Rasulullaah dan Shahabatnya (Abu Bakar) dalam membaca al-Quran.

Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah membaca surat al-A'raaf seluruhnya pada shalat magrib
عن عائشة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قرأ في صلاة المغرب بسورة الأعراف فرقها في ركعتين
رواه النسائي وصححه الألباني

Dari 'Aisyah, "Sesungguhnya Rasulullaah - shallallaahu 'alaihi wa sallam - telah membaca dalam shalat maghrib surat al-A'raaf, dengan membaginya menjadi dua rekaat."
(HR. an-Nasai, dinilai shahih oleh al-Albani)

Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu pernah membaca surat al-Baqarah seluruhnya pada shalat subuh
وروى عبد الرزاق بإسناد صحيح عن أبي بكر الصديق أنه أم الصحابة في صلاة الصبح بسورة البقرة فقرأها في الركعتين، وهذا إجماع منهم
الفتح

Dan 'Abdurrazzaaq meriwayatkan dengan sanad yang shahih, dari Abu Bakar ash-Shiddiiq, bahwasanya dia mengimami para shahabat dalam shalat subuh dengan surat al-Baqarah. Dia membacanya dalam dua rekaat. Ini merupakan kesepakatan (ijma') dari mereka.
(Ibnu Hajar dalam Fathul Baariy)

Tetap Tartil dan Tadabbur
Hadis dan atsar di atas menunjukkan bahwasanya bacaan al-Quran adalah "agak-cepat", tentu dengan tetap menyempurnakan huruf-hurufnya (tartil).
Selain kecepatan, point penting yang patut diperhatikan adalah kemampuan dalam men-tadabbur-i al-Quran. Bahkan, tadabbur merupakan diantara maksud utama dalam membaca al-Quran.

Faedah lain dari hadis dan atsar di atas, diperbolehkan membaca satu surat, dan dibagi menjadi dua rekaat dalam satu shalat.

Allaahu a'lam.

Maraji' :
- https://archive.org/details/AlQasimTibyaan1432
http://al-muzaniy.blogspot.com/2014/01/membagi-satu-surat-al-quran-dalam-dua.html

Posting Komentar