Ringkasan Fawaid Hadis Jangan Marah - Arbain Nawawi XVI

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa seseorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku nasihat!” Beliau menjawab, “Jangan marah.” Dia mengulangi beberapa kali dan beliau menjawab, “Jangan marah.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari.

Teks Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوصِنِيْ! قَال: «لاَ تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا وَقَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» رواه البخاري.

Ringkasan Fawaid Utama
  1. Termasuk salah satu dari 4 hadis yang mengumpulkan adab-adab yang baik. (IN)
  2. Larangan dari marah, mencakup dua perkara : (SU)
    1. dari mendatangi sebab-sebab kemarahan
    2. dari melampiaskan kemarahan
  3. Larangan di sini, hanya untuk marah karena dirinya sendiri. Sementara marah karena Allah, merupakan perkara yang diperintahkan, dan merupakan tanda-tanda keimanan. (SU)
Ringkasan Fawaid Tambahan
  1. Keutamaan menjaga dari marah. (IN, IDQ)
  2. Cara mengobati marah (IN, SAS)
  3. Bermacam-macamnya wasiat Rasulullah, bisa karena dua kemungkinan. (SAS)
  4. Tentang taghoful. (SAS)


Maraji' :
- IN : Imam Nawawiy, Syarh Arba'in an-Nawawiyyah, cet I, Darul Mustaqbal, Mesir, 1426 H.
- IDQ : Ibnu Daqiiq al-`Ied, Syarh Arba'in an-Nawawiyyah, cet I, Darul Mustaqbal, Mesir, 1426 H.
- SAS : Syaikh Shalih Alu Syaikh, Syarh Arba'in an-Nawawiyyah, cet I, Darul Mustaqbal, Mesir, 1426 H.
- SU : Syaikh Shalih al-`Ushaimiy, Dars Syarh Arbain, http://j-eman.com, 1433 H.

Posting Komentar