Catatan Prasetyo Abu Kaab

19 Mei 2022

Tiga Inti Perkara Jahiliyah [ Khutbah Jumat ]

Mei 19, 2022 Posted by Abu Kaab , , , No comments

Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara : 
(1) Allah Ridha kepada kalian (ketika kalian) beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, 
(2) berpegang teguh kepada tali agama Allah dan janganlah kalian bercerai berai, 
(3) saling nasehat menasehati kepada pemimpin-pemimpin kalian.

__________________________________________

إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
صلى الله عليه وعلى آله وصحبه .

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴾ [آل عمران: 102].

﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴾ [النساء: 1].

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴾ [الأحزاب: 70-71][1].

فإن أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدي هدي محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار. 

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Mari, pada hari yang mulia ini, kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala. Taatilah perintah-perintah Allah, dan jauhilah larangan-larangan-Nya.

Ketahuilah, wahai jama'ah sekalian rahimakumullaah, sesungguhnya Allah sebelum mengutus Nabi Muhammad, dia melihat kepada penduduk bumi seluruhnya. Dan saat itu, semua manusia (kecuali sebagian kecil dari sisa-sisa ahli kitab) dalam kondisi jahiliyah.
Maka Allah mengutus Nabi Muhammad, kemudian memberikan petunjuk kepada mereka dengannya.

{ هُوَ ٱلَّذِیۤ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِینِ ٱلۡحَقِّ لِیُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّینِ كُلِّهِۦۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِیدࣰا } [سُورَةُ الفَتۡحِ: ٢٨]

"Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi."

Maka bumi yang sebelumnya gelap, menjadi terang dengan cahaya dakwah beliau. hati2 yang sebelumnya bercerai-berai, menjadi bersatu. dan manusia menjadi taat kepada rabb mereka... sehingga dengan dakwah beliau, mereka menjadi orang-orang muslim lagi bertauhid.

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Dan diantara pokok dakwah beliau adalah menyelisihi perkara ahli jahiliyah, baik dalam urusan agama dan dunia mereka.
Perkara jahiliyah yang beliau selisihi, sangat banyak. Dan perkara paling intinya ada 3 :
1. Dahulu mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah, tidak tidak mentauhidkan-Nya
Mereka menyembah selian Allah.

{ أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّینُ ٱلۡخَالِصُۚ وَٱلَّذِینَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦۤ أَوۡلِیَاۤءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِیُقَرِّبُونَاۤ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰۤ إِنَّ ٱللَّهَ یَحۡكُمُ بَیۡنَهُمۡ فِی مَا هُمۡ فِیهِ یَخۡتَلِفُونَۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَهۡدِی مَنۡ هُوَ كَـٰذِبࣱ كَفَّارࣱ } [سُورَةُ الزُّمَرِ: ٣]

"Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar."

Maka rasulullah menyelisinya; dan menyuruh mereka untuk hanya beribadah kepada Allah saja.

{ وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ } [سُورَةُ البَيِّنَةِ: ٥]

"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)."

Maka nabi menyelisihi inti dari perkara-perkara jahiliyah ini, dengan membatalkan kesyirikan kepada Allah.

2. Dahulu mereka adalah orang-orang yg suka berselisih / bercerai-berai, baik dalam perkara agama, dan dunia.

{ فَتَقَطَّعُوۤا۟ أَمۡرَهُم بَیۡنَهُمۡ زُبُرࣰاۖ كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَیۡهِمۡ فَرِحُونَ } [سُورَةُ المُؤۡمِنُونَ: ٥٣]

"Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing)."

Maka Nabi menyeru mereka untuk bersatu, dan memerintahkan mereka untuk menetapi jama'ah kaum muslimin

{ وَٱعۡتَصِمُوا۟ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِیعࣰا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ۚ ... } [سُورَةُ آلِ عِمۡرَانَ: ١٠٣]

"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai,"

Maka Nabi membatalkan dan menyelisihi kecintaan mereka untuk suka bercerai-berai, dan memerintahkan mereka untuk bersatu.

3. Dahulu mereka adalah orang-orang yang tidak mau taat kepada pemimpin, dan menilai ketaatan kepada pemimpin merupakan suatu kerendahan
Maka nabi datang  dan memerintahkan mereka untuk mendengar dan taat kepada pemimpin yang telah Allah tunjuk untuk mengurusi urusan mereka.

{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَطِیعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِیعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِی ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ ... } [سُورَةُ النِّسَاءِ: ٥٩]

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)di antara kamu."

Maka Nabi membatalkan dan menyelisihi keengganan mereka untuk mendengar dan taat kepada pemimpin yang telah Allah tunjuk untuk mengurusi urusan mereka, dan memerintahkan mereka untuk mendengar dan taat kepada pemimpin tersebut.

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Ketiga perkara ini merupakan inti dari perkara-perkara jahiliyah yang Rasulullah datang untuk menyelisihi dan membatalkannya.
1. Dahulu mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah, tidak tidak mentauhidkan-Nya
2. Dahulu mereka adalah orang-orang yg suka berselisih / bercerai-berai, baik dalam perkara agama, dan dunia.
3. Dahulu mereka adalah orang-orang yang tidak mau taat kepada pemimpin, dan menilai ketaatan kepada pemimpin merupakan suatu kerendahan

Yang dengan hilangnya perkara-perkara tersebut, timbullah dampak yang sangat baik bagi manusia, baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang; dan baik di dunia, maupun di akhirat.
Tentu, hal ini tidak lepas dari jasa Nabi kita Muhammad... semoga Allah membalas kebaikan beliau, atas seluruh kebaikan ini.

أقول ما تسمعون وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين
فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

___________________

الحمد لله رب العالمين ...
رب السماوات ورب الأرض رب العرش العظيم ...
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..
Sesungguhnya diantara ajaran inti yg dibawa oleh nabi Muhammad adalah menyelisihi perkara-perkara jahiliyah.
Maka, sudah selayaknya bagi kita untuk mencontoh beliau, mengikuti petunjuk beliau.
Telah kita ketahui 3 perkara inti jahiliyah yang telah diselisihi oleh Nabi Muhammad.
Nabi telah mengumpulkan ketiga perkara tersebut dalam 1 hadis :

إنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا : يَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلَا تُشْرِكُوْ بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا وَأَنْ تَنَاصَحُوْا مَنْ وَلَّاهُ اللهُ أَمْرَكُمْ 

"Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara : 
(1) Allah Ridha kepada kalian (ketika kalian) beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, 
(2) berpegang teguh kepada tali agama Allah dan janganlah kalian bercerai berai, 
(3) saling nasehat menasehati kepada pemimpin-pemimpin kalian." (HR. Ahmad, shohih)


{ ... وَمَاۤ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُوا۟ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِیدُ ٱلۡعِقَابِ } [سُورَةُ الحَشۡرِ: ٧]

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya."

Maka, mari menerima petunjuk beliau tersebut dalam ketiga hal di atas.

Jama'ah Jumat rahimakumullaah..

اعلموا أن الله أمركم بالصلاةِ والسلامِ على نبيِّه، فقال في مُحكَم التنزيل: ﴿ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ﴾ [الأحزاب: 56].

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آل مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد.





وصل اللهم على محمد وآله وصحبه أجمعين 
والحمد لله رب العالمين

Disarikan dari : http://t.me/mkalosyme

21 Agustus 2021

Qoshr Munfashil dan Tawassuth Muttashil untuk Riwayat Hafsh

Segala puji bagi Allaah. Shalawat dan salam atas Rasulullaah.

Pembaca al-Quran diperbolehkan membaca riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman dengan qosr (2 harakat) mad jaiz munfashil (dan semisalnya), dan tawassuth (4 harakat) untuk mad wajib muttashil. Namun, akan lebih baik jika dia memperhatikan hukum-hukum khusus terkait dengan jalur tersebut. Ada beberapa jalur yang bisa digunakan, dan masing-masing memiliki hukum-hukum tersendiri.

Perbedaan Thoriq Roudhoh ibn Mu'addil dan Thoriq Syathibiyyah

Berikut ini perbedaan-perbedaan thoriq Roudhoh Ibn Mu'addil dan thoriq Syathibiyyah untuk riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman


1 - حرف العين
Huruf 'ain dari pembukaan surat Maryam dan asy-Syuura, dibaca dengan 2 harakat
Syathibiyyah : 4 dan 6 harakat

2  - آلله آلاءان آلذكرين
Dibaca dengan madd saja
Syathibiyyah : madd dan tashiil

3 - حرف النون 
Huruf nuun dari (surat) yaasiin dan nuun, ketika washl dibaca dengan idzhar (fiil) dan idghom (zar'aan)
Syathibiyyah : idzhar

4 - بسطه ويبسط
dalam surat al-Baqarah dan al-A'raf, dibaca dengan shood (zar'aan, hammaamiy) [dan siin (fiil)]
Syathibiyyah : siin

 5 - المسيطرون
dalam surat ath-Thuur, dibaca dengan siin
Syathibiyyah : siin dan shood

6 -بمسيطر
dalam surat al-Ghoosyiyah, dibaca dengan siin (zar'aan) dan shood (fiil)
Syathibiyyah : shood

7 - ءاتن
dalam surat an-Naml, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

8 - سلاسل
dalam surat al-Insaan, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

9 - فرق
dalam surat asy-Syu'araa, ketika washl dibaca dengan tafkhiim
Syathibiyyah : tafkhiim dan tarqiiq

10 - السكتات
Tidak ada saktah
Syathibiyyah : adanya saktah-saktah

11 - مالك لا تامنا
dalam surat Yusuf, dibaca dengan isymaam
Syathibiyyah : isymaam dan roum

12 - الم نخلقكم
dalam surat al-Mursalaat, dibaca dengan idghoom kaamil
Syathibiyyah : idghoom kaamil dan naaqish

Perbandingan dengan Thoriq Thoyyibah

Perbedaan dengan Thoyyibatun Nasyr, dari kitab al-Mishbaah, melalui thoriq al-Hammaamiy, dari thoriq al-Fiil :
- no (1) 4 harokat
- no (2, 4, 5, 7, 8, 9, 11) sama dengan di atas
- ضعف : syathibiyyah boleh fathah / dhommah pada huruf dhod; sedangkan Ibnu Ma'dal thoriq zar'aan dhommah dan thoriq fiil fathah [demikian juga Thoyyibah]
- Boleh tanpa takbir, atau takbir khusus untuk akhir surat-surat penutup

Demikian, sholawat dan salam atas Rasulullaah, keluarga, sahabat-sahabat beliau seluruhnya.

Maraaji' :
- Talaqqi kepada Ustadz Abu Hibban Herry dan Syaikh Hasan Abdul Ghoniy
- Ahsanul Bayaan Syarh Thuruq Thoyyibah li Riwaayati Hafsh ibn Sulaimaan, Syaikh Taufiq Dhomroh

11 Agustus 2021

Perbedaan Thoriq Roudhoh ibn Mu'addil dan Thoriq Syathibiyyah untuk Riwayat Hafsh

Segala puji bagi Allaah. Shalawat dan salam atas Rasulullaah.
Berikut ini perbedaan-perbedaan thoriq Roudhoh Ibn Mu'addil dan thoriq Syathibiyyah untuk riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman


1 - حرف العين
Huruf 'ain dari pembukaan surat Maryam dan asy-Syuura, dibaca dengan 2 harakat
Syathibiyyah : 4 dan 6 harakat

2  - آلله آلاءان آلذكرين
Dibaca dengan madd saja
Syathibiyyah : madd dan tashiil

3 - حرف النون 
Huruf nuun dari (surat) yaasiin dan nuun, ketika washl dibaca dengan idzhar (fiil) dan idghom (zar'aan)
Syathibiyyah : idzhar

4 - بسطه ويبسط
dalam surat al-Baqarah dan al-A'raf, dibaca dengan shood (zar'aan) [dan siin (fiil)]
Syathibiyyah : siin

 5 - المسيطرون
dalam surat ath-Thuur, dibaca dengan siin
Syathibiyyah : siin dan shood

6 -بمسيطر
dalam surat al-Ghoosyiyah, dibaca dengan siin (zar'aan) dan shood (fiil)
Syathibiyyah : shood

7 - ءاتن
dalam surat an-Naml, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

8 - سلاسل
dalam surat al-Insaan, ketika waqaf dibaca dengan hilangnya yaa
Syathibiyyah : tetapnya huruf yaa dan hilangnya yaa

9 - فرق
dalam surat asy-Syu'araa, ketika washl dibaca dengan tafkhiim
Syathibiyyah : tafkhiim dan tarqiiq

10 - السكتات
Tidak ada saktah
Syathibiyyah : adanya saktah-saktah

11 - مالك لا تامنا
dalam surat Yusuf, dibaca dengan isymaam
Syathibiyyah : isymaam dan roum

12 - الم نخلقكم
dalam surat al-Mursalaat, dibaca dengan idghoom kaamil
Syathibiyyah : idghoom kaamil dan naaqish

________________ selesai.

Demikian, sholawat dan salam atas Rasulullaah, keluarga, sahabat-sahabat beliau seluruhnya.

Maraaji' :
- Talaqqi kepada Ustadz Abu Hibban Herry dan Syaikh Hasan Abdul Ghoniy
- Ahsanul Bayaan Syarh Thuruq Thoyyibah li Riwaayati Hafsh ibn Sulaimaan, Syaikh Taufiq Dhomroh

23 Mei 2021

Pahala Mendengarkan Al-Quran

Mei 23, 2021 Posted by Abu Kaab , , , No comments


Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah..

Pahala mendengarkan* (Al-Quran), sebagaimana terdapat dalam sebuah atsar dari Sahabat Ibnu 'Abbas Radhiyallaahu 'anhu (dia mengatakan) : 
"Siapa saja yang mendengarkan satu ayat dari Al-Quran, maka baginya cahaya pada hari kiamat."

Guru kami (Syaikh Shalih bin Abdullah al-'Ushoimiy) menyebutkan, bahwasanya atsar tersebut dihukumi marfu' (sampai pada Rasulullah)

Syarh Fushuul fil Mu'tamadil Manquul, karya Haidar al-Qaasyiy

Catatan :
* Makna istimaa' adalah mendengarkan dengan disertai niat mendengarkan (fokus mendengarkan).

25 April 2021

[ 1 ] Fikih Syafi'i - I'tikaf

April 25, 2021 Posted by Abu Kaab , , , No comments



I'tikaf yaitu berdiam diri di dalam masjid, dari orang tertentu, dengan niat

[ HUKUM I'TIKAF ]
I'tikaf hukumnya sunah, kapanpun waktunya. Lebih ditekankan (kesunahannya) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Kecuali, i'tikaf yang dinadzarkan, maka hukumnya wajib, karena nadzar tersebut.
Kadang, i'tikaf bisa berhukum haram, walaupun sah; seperti i'tikafnya seorang istri tanpa seizin suaminya, dan i'tikafnya budak tanpa seizin majikannya.

[ DALIL I'TIKAF ]
Dalil atas disyariatkannya i'tikaf, diantaranya adalah
Firman Allah :
(ﻭﻻ ﺗﺒﺎﺷﺮﻭﻫﻦ ﻭﺃﻧﺘﻢ ﻋﺎﻛﻔﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺎﺟﺪ) 
Dan hadis di Shahihain, bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam i'tikaf pada sepuluh hari pertengahan Ramadhan, kemudian beliau i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan terus beliau lakukan sampai beliau wafat. Kemudian, istri-istri beliau i'tikaf setelahnya.

[ SYARAT-SYARAT ORANG YANG I'TIKAF ]
Rukun i'tikaf ada 4 :
Orang yang i'tikaf, tempat i'tikaf, berdiam diri, dan niat.
1. Orang yang i'tikaf, 
syarat-syaratnya :
a. Muslim
b. Mumayyiz
c. Berakal
d. Suci dari janabah, atau haid, atau nifas
Maka, i'tikaf tidak sah dilakukan oleh orang kafir, karena tidak sahnya i'tikaf tanpa niat, sedangkan orang kafir tidak termasuk orang yang niatnya teranggap.
Juga, tidak sah dilakukan oleh anak kecil yang belum mumayyiz, tidak juga oleh orang gila, orang pingsan, mabuk; karena mereka tidak bisa berniat.
I'tikaf tidak sah dilakukan oleh orang yang junub, haid, dan nifas; karena mereka diharamkan berdiam diri di dalam masjid.
Kalau tiba-tiba muncul perkara-perkara tersebut, sementara dia sedang i'tikaf; maka dia wajib keluar dari masjid.

Bersambung ... 

📕الدرس الفقهي الحادي عشر في أحكام الصوم على المذهب الشافعي 📕

⬅ *الاعتكاف* ➡

الاعتكاف: هو اللبث في المسجد من شخص مخصوص بنية.

👈🏻 وهو سنة في كل وقت، وتكون آكد في العشر الأواخر من رمضان.
إلا أن ينذر فيصير واجبا ﺑﺎﻟﻨﺬﺭ. 

👈🏿 ﻭقد ﻳﺤﺮﻡ مع الصحة كاعتكاف اﻟﺰﻭﺟﺔ بلا إذن من الزوج، واعتكاف اﻟﺮﻗﻴﻖ ﺑﻼ ﺇﺫﻥ ﻣﻦ اﻟﺴﻴﺪ. 

👈🏻 والأصل فيه قوله تعالى (ﻭﻻ ﺗﺒﺎﺷﺮﻭﻫﻦ ﻭﺃﻧﺘﻢ ﻋﺎﻛﻔﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺎﺟﺪ). 

👈🏻ﻭﺧﺒﺮ اﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ: ﺃﻧﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - اﻋﺘﻜﻒ اﻟﻌﺸﺮ اﻷﻭﺳﻂ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﺛﻢ اﻋﺘﻜﻒ اﻟﻌﺸﺮ اﻷﻭاﺧﺮ ﻭﻻﺯﻣﻪ ﺣﺘﻰ ﺗﻮﻓﺎﻩ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.
ﺛﻢ اﻋﺘﻜﻒ ﺃﺯﻭاﺟﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ.

🛑 *ﻭﺃﺭﻛﺎﻧﻪ ﺃﺭﺑﻌﺔ: * معتَكِف ﻭﻣﻌﺘَﻜَﻒ ﻓﻴﻪ ولبث ونية 

🔹 *الركن الأول المعْتَكِف* ﻭﺷﺮطه أن يكون 
1 - مسلما 
2 - مميزا 
3 - عاقلا 
4 - طاهرا من جنابة أو حيض أو نفاس 

👈🏿ﻓﻼ ﻳﺼﺢ ﻣﻦ ﻛﺎﻓﺮ، ﻟﺘﻮﻗﻔﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﻴﺔ، ﻭﻫﻮ ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻬﺎ. 

👈🏻ﻭﻻ ﻣﻦ ﺻﺒﻲ ﻏﻴﺮ ﻣﻤﻴﺰ،

👈🏿ﻭلا من ﻣﺠﻨﻮﻥ، ﻭﻣﻐﻤﻰ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺳﻜﺮاﻥ - ﺇﺫ ﻻ ﻧﻴﺔ ﻟﻬﻢ. 

👈ﻭﻻ ﻣﻦ ﺟﻨﺐ، ﻭﺣﺎﺋﺾ، ﻭﻧﻔﺴﺎء، ﻟﺤﺮﻣﺔ ﻣﻜﺜﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ.

▪وإن طرأت هذه الأمور وهو معتَكِف وجب الخروج من المسجد. 


Sumber :
https://youtu.be/-7Klvvxm3CU - Syaikh Syadzi al-Qibth

28 Maret 2021

Mengenal 55 Nama al-Quran

Maret 28, 2021 Posted by Abu Kaab , , No comments
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah.

Pada postingan sebelumnya, kita telah mengenal nama-nama dan sifat-sifat al-Quran secara ringkas.

Berikut ini lima puluh lima nama-nama al-Quran yang disebutkan Jalal Suyuthiy rahimahullaah, menukil ucapan Abul Ma'aliy 'Uzaiziy bin Abdul Malik, yang dikenal dengan Syaidzalah rahimahullaah, dalam kitabnya al-Burhan.

1. Qur-aan
2. Kitaab
3. Mubiin
4. Quroon (bacaan Ibnu Katsir dan selainnya, wallaahu a'lam)
5. Kariim
6. Kalaam
7. Nuur
8. Hudaa
9. Rahmah
10. Furqaan
11. Syifaa-
12. Mau'idzoh
13. Dzikr
14. Mubaarok
15. 'Aliyy
16. Hikmah
17. Hakiim
18. Muhaimin
19. Habl
20. Shiraat Mustaqiim
21. Qoyyim
22. Qoul
23. Fashl
24. Naba-un 'Adziim
25. Ahsanul Hadiits
26. Mutasyaabih
27. Matsaaniy
28. Tanziil
29. Ruuh
30. Wahy
31. 'Arobiy
32. Bashooir
33. Bayaan
34. 'Ilm
35. Haqq
36. Hadiy
37. 'Ajab
38. Tadzkiroh
39. al-'Urwatul Wutsqaa
40. Shidq
41. 'Adl
42. Amr
43. Munaadiy
44. Busyroo
45. Majiid
46. Zabuur
47. Basyiir
48. Nadziir
49. 'Aziiz
50. Balaagh
51. Qoshosh
52. Shuhuf
53. Mukarromah
54. Marfuu'ah
55. Muthohharoh


وَقَالَ أَبُو الْمَعَالِي عُزَيْزِيُّ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ المعروف بشيذلة فِي كِتَابِ الْبُرْهَانِ: اعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ سَمَّى الْقُرْآنَ بِخَمْسَةٍ وَخَمْسِينَ اسْمًا:
سَمَّاهُ كِتَابًا وَمُبِينًا فِي قوله: {حم وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ} .
وقرآنا وكريما: {إِنَّهُ لَقُرَانٌ كَرِيمٌ} .
وَكَلَامًا: {حَتَّى يَسْمَعَ كَلامَ اللَّهِ} .
وَنُورًا: {وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُوراً مُبِيناً} .
وهدى ورحمة: {وَهُدىً وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ} .
وَفُرْقَانًا: {نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ} .
وَشِفَاءً: {وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ} .
وموعظة: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ} .
وَذِكْرًا وَمُبَارَكًا: {وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ} .
وَعَلِيًّا: {وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ} .
وحكمة: {حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ} .
وحكيما: {لْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ} .
وَمُهَيْمِنًا: {مُصَدِّقاً لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً} .
وحبلا: {وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ} .
وَصِرَاطًا مُسْتَقِيمًا: {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً} .
وقيما: {قَيِّماً لِيُنْذِرَ بَأْساً شَدِيداً} .
وَقَوْلًا وَفَصْلًا: {إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ} .
وَنَبَأً عَظِيمًا: {عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ عَنِ النَّبَأِ الْعَظِيمِ} .
وَأَحْسَنَ الْحَدِيثِ وَمُتَشَابِهًا وَمَثَانِيَ: {اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَاباً مُتَشَابِهاً مَثَانِيَ} .
وَتَنْزِيلًا: {وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ} .
وَرُوحًا: {أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحاً مِنْ أَمْرِنَا} .
ووحيا: {إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ} .
وعربيا: {قُرْآناً عَرَبِيّاً} .
وبصائر: {هَذَا بَصَائِرُ} .
وبيانا: {هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ} .
وَعِلْمًا: {مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ} .
وَحَقًّا: {إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ} .
وَهَدْيًا {إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي}
وعجبا: {قُرْآناً عَجَباً} .
وتذكرة: {وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ} .
والعروة الوثقى: {فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى} .
وصدقا: {وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ} .
وعدلا: {وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقاً وَعَدْلاً} .
وَأَمْرًا: {ذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ} .
وَمُنَادِيًا: {سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلْإِيمَانِ} .
وبشرى: {هُدىً وَبُشْرَى} .
وَمَجِيدًا: {بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ} .
وَزَبُورًا: {وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ} .
وَبَشِيرًا وَنَذِيرًا: {كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ بَشِيراً وَنَذِيراً} .
وعزيزا: {وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ} .
وبلاغا: {هَذَا بَلاغٌ لِلنَّاسِ} .
وقصصا: {أَحْسَنَ الْقَصَصِ} .
وسماه أربعة أسماء في آيتين وَاحِدَةٍ: {فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ} انْتَهَى.

13 Maret 2021

Urutan Kitab-kitab Syaikh as-Sa'diy dalam Tafsir

Maret 13, 2021 Posted by Abu Kaab , , , No comments


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Urutan pembacaaan kitab-kitab Syaikh Ibnu Si'diy dalam pembahasan tafsir :

1. al-Mawaahibur Rabbaaniyyah

2. Fathur Rahiimil Malikil 'Allaam

3. Taisiirul Lathiifil Mannaan

4. Taisiirul Kariimir Rahmaan (Tafsir as-Sa'diy)

5. al-Qowaa'idul Hisaan


Selengkapnya : https://youtu.be/H220LAUstkM